Sabtu, 04 Agustus 2012

Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa

PENGARUH KEBERSIHAN KELAS TERHADAP
KONSENTRASI BELAJAR SISWA


RUSDIANTO
NIS. 09.2018
KELAS : XI IPA 1



JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
SMA NEGERI 1 BONTOMARANNU
2010-2011



LEMBAR PENGESAHAN
Disajikan Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia


Oleh:
RUSDIANTO
NIS. 09.2018
KELAS : XI IPA 1

Mengetahui:
Guru Pembimbing Bahasa Indonesia



HASIAH, S.Pd



KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Wr. Wb
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman dan islam, dan menjadikan kita dalam golongan hamba-hambanya yang taat dan patuh kepada-Nya, sungguh ini adalah suatu nikmat yang tiada taranya, yang dapat membawa kita mendapatkan keridhaannya jika kita tetap dapat mempertahankannya sampai akhir hayat kita.

Guna menunjang program semester ganjil, meningkatkan mutu pendidikan dan mendorong minat baca SMA, penulis telah menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang mengangkat topic “Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa”. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendapat sumber yang bermutu dan dapat menggugah keingintahuan siswa pada mata pelajaran Lingkungan Hidup. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada yang telah menbantu dalam pembuatan karya tulis Ilmiah ini.

Penulis menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam ikut serta mencerdaskan Nusa dan Bangsa.

                                                                                                            Pattallassang, Desember 2010
                                                                                                                           Penulis
                                                                                                                    

                                                                      
                                                                                                                       RUSDIANTO
                                                                                                                       NIS. 09.2018

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                
HALAMAN PENGESAHAN                    
KATA PENGANTAR                                     
DAFTAR ISI                                                
DAFTAR LAMPIRAN                              
ABSTRAK                                                     
BAB I  PENDAHULUAN                               
A.        Latar Belakang                      
B.        Uraian Singkat                      
C.      Rumusan Masalah                                
D.     Tujuan Penulisan                                   
E.      Manfaat Penelitian                          
BAB II  KAJIAN PUSTAKA                       
A.      Pengertian Kebersihan              
B.      Upaya Menciptakan Kelas
 Yang Bersih                             
BAB III  METODE PENELITIAN                 
A.    Latar Penelitian                         
B.    Populasi dan Sampel              
C.     Jenis Tulisan                              
D.       Prosedur Pengumpulan
data                                           
E.        Teknis Analisis Data                
BAB IV  HASIL PENELITIAN DAN  PEMBAHASAN                           
A.        Hasil Penelitian                     
B.        Pembahasan                          
BAB V PENUTUP                                       
A.      Simpulan                                   
B.      Saran                            
DAFTAR PUSTAKA                                   
LAMPIRAN                                              
RIWAYAT HIDUP                                     
DAFTAR LAMPIRAN

1.                 Lampiran 1 : Dokumentasi kegiatan belajar mengajar
     kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu.      17
2.                   Lampiran 2 : Dokumentasi kegiatan belajar mengajar
            kelas XI TI SMK Negeri 1 Pattallassang.               18


ABSTRAK

Rusdianto. 2010. Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Konsentrasi Belajar  Siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kebersihan kelas, di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu dan di kelas XI TI SMK Negeri 1 Pattallassang, dan untuk mengetahui peran serta siswa dalam menjaga kebersihan kelas dan juga untuk  mengetahui pengaruh kebersihan kelas terhap konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu penelitian yang diperoleh dari adanya objek-objek penelitian. Adapun pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam pembuatan karya ilmiah ini,  yaitu dengan menggunakan beberapa media seperti: Media Elektronik (internet), Studi kasus (Metode pengumpulan data yang dibutuhkan dengan cara menarik sampel dalam unit sampel tertentu yang berhubungan dan dipelajari secara lebih mendalam, wawancara terhadap sampel.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebersihan sangatlah berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa, karena apabila suatu kelas itu kotor maka siswa tidak akan merasa nyaman di dalamnya.
Adapaun manfaat yang dapat diperoleh dengan menjaga kebersihan sekolah ataupun kelas diantaranya, terhindar dari penyebaran penyakit dan alergi debu, kegiatan belajar menjadi lebih nyaman dan fokus, lingkungan menjadi lebih indah dan asri, dan udara menjadi lebih baik. Jadi, mari kita menjaga kebersihan kelas
demi masa depan yang lebih cerah!!



BAB 1
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Itulah slogan yang sering kita dengar selama ini. Maka kita harus selalu menjaga kebersihan dimanapun kita berada. Kebersihan juga penting bagi kesehatan kita, karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Demikian juga dengan lingkungan yang ada di kelas kita, kelas yang kiat tempati belajar.
Lingkungan belajar yang efektif adalah lingkungan belajar yang produktif, di mana sebuah lingkungan belajar yang didesain atau dibangun untuk membantu pelajar untuk meningkatkan produktifitas belajar mereka sehingga proses belajar mengajar tercapai sesuai dengan yang diinginkan. Hal ini dapat digambarkan dengan kemudahan para pelajar dalam berfikir, berkreasi dan mampu secara aktif dikarenakan lingkungan belajar yang bersih dan sangat mendukung timbulnya ketertiban dan kenyamanan pada saat proses belajar mengajar berlangsung, berbeda halnya dengan lingkungan belajar yang kotor, tentunya akan menimbulkan kesan malas dan membosankan sehingga tidak muncul rasa semangat yang dengan sendirinya dapat mempengaruhi minat belajar siswa. dengan kata lain lingkungan yang bersih merupakan salah satu factor timbulnya minat bagi seorang pelajar untuk mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya.
Kegiatan belajar mengajar juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Konsentrasi dari otak tidak terlepas dari lingkungan. Jika lingkungan bersih, maka dapat meningkatkan konsentrasi kerja otak sehingga konsentrasi berfikir lebih luas. Begitu juga sebaliknya, jika lingkungan kotor maka dapat menurunkan konsentrasi kerja otak sehingga konsentrasi berfikir akan menurun. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis memberi judul “Pengaruh Kebersihan Kelas Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa”. 
B.     Uraian Singkat
"Buanglah sampah pada tempatnya".
Slogan itu mungkin masih terngiang dipikiran kita sebagai seorang pelajar. Tetapi dimanapun slogan itu berada, terkadang dibeberapa sekolah masih saja ada sampah yang menemaninya disepanjang lorong maupun didalam kelas. Lalu, apakah kebersihan kelas itu penting? Mengapa kita harus menjaga kebersihan disekolah?
Kedisiplinan dapat diartikan sebagai tingkat kepatuhan siswa terhadap peraturan disekolah, baik mengenai jadwal pelajaran maupun kebersihan. Jadwal piket merupakan salah satu peraturan yang harus dipatuhi dan ditaati oleh para siswa disekolah. Karena itu, kita dapat menilai kedisiplinan seseorang melalui kebersihan kelas. Bila kelas bersih, itu berarti kedisiplinan petugas piket baik, sedangkan bila sebaliknya berarti kurang baik.
Menjaga kebersihan kelas itu sangatlah penting. Selain melatih kedisiplinan, menjaga kebersihan kelas harus dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit di sekolah seperti Demam Berdarah.
C.        Rumusan Masalah
        Adapaun rumusan masalah yang akan di bahas yaitu:
  1. Bagaimana kondisi kebersihan kelas SMA Negeri 1 Bontomarannu dan kondisi kebersihan kelas SMK  Negeri 1 Pattallassang?
  2.  Bagaimanakah peran serta siswa dalam menjaga kebersihan kelas?
  3. Bagaimana pengaruh kebersihan kelas terhadap konsentrasi belajar siswa?
D.       Tujuan Penelitian
        Adapun tujuan penelitian yaitu:
  1. Untuk mengetahui kondisi kebersihan kelas SMA negeri 1 Bontomarannu dan Kondisi kebersihan kelas SMK Negeri 1 Pattallassang.
  2. Untuk mengetahui peran serta siswa dalam menjaga kebersihan kelas.
  3. Unuk mengetahui pengaruh kebersihan kelas terhadap konsentrasi belajar siswa.
E.        Manfaat Penelitian
Penelitian ini dapat membuka wawasan penulis tentang pengaruh kondisi kebersihan kelas di sekolah terhadap konsentrasi belajar siswa dan membuka wawasan pembaca tentang keadaan kelas yang baik, yang dapat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.     Pengertian Kebersihan
Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk di antaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri patogen, dan bahan kimia berbahaya.
Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti mandi, menyikat gigi, mencuci tangan, dan memakai pakaian yang bersih.
Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara melap jendela dan perabot rumah tangga, menyapu dan mengepel lantai, mencuci peralatan masak dan peralatan makan (misalnya dengan abu gosok), membersihkan kamar mandi dan jamban, serta membuang sampah. Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan halaman dan selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari sampah.

B.     Upaya Menciptakan Sekolah yang Bersih.
Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh, dan penuh dengan sampah. Disamping itu, sampah yang sering kita buang dengan sembarangan dapat mencemari lingkungan baik didalam maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar yang tidak nyaman. Demi terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah sebaiknya melakukan upaya-upaya yang bersifat mengatasi masalah tersebut, upaya-upaya yang perlu di lakukan adalah sebagai berikut:
a.    Guru memberi contoh bila membuang sampah selalu pada tempatnya.
b.   Membuat tata tertib baru yang isinya tentang pemberian denda Rp 2000,00      setiap membuang sampah tidak pada tempatnya.
c.     Siswa diharapkan mempunyai kesadaran hati nuraninya sendiri untuk menjaga kebersihan sekolah.
d.     Petugas piket pada hari itu juga harus membersihkan kelas dan lingkungan sekitar.
e.      Melarang siswa membuang sampah tidak pada tempatnya.
f.      Melarang siswa mencorat-coret meja atau kursi di dalam kelas atau lingkungan sekitar dan memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan dikelas adalah :
a.       Menggunakan kolong meja hanya untuk menyimpan buku serta barang lain,  bukan sampah.
b.      Menyediakan dan menggunakan alat kebersihan seperti sapu dan pengki.
c.       Mengoptimalkan kinerja petugas piket.
d.      Mengadakan Jumsih (Jum'at Bersih) atau Tuber (Sabtu Bersih).
e.       Mengadakan penilaian atau perlombaan kebersihan kelas.
f.        Melarang siswa membawa serta memakan makanan/minuman didalam kelas.
g.       Meniadakan Koperasi dan mengadakan Kantin disekolah yang tidak menjual  makanan kemasan.
h.      Mewajibkan siswa membawa makanan sendiri dari rumah.
i.         Memberi denda pada siswa yang membuang sampah sembarangan.
j.         Menyediakan tempat pembuangan sampah diluar kelas. Akan lebih baik jika tempat sampah dikelompokkan berdasarkan jenis sampah.
k.       Langsung mengunci kelas usai KBM

BAB III
METODE PENELITIAN
A.       Latar Penelitian
Latar penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu dan SMK Negeri 1 Pattallassang jurusan Teknologi Informatika kelas XI.
B.       Populasi dan Sampel
1.      Populasi
Jumlah siswa di kelas XI Ipa 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu dan di kelas XI SMK Negeri 1 Bontomarannu, pada bulan november berjumlah siswa. Yang terdiri dari:
b.      Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu  :  35 orang siswa
1)      Perempuan       : 26 orang siswa
2)      Laki-Laki         : 9 orang siswa
c.       Kelas  XI TI SMK Negeri 1 Pattallassang : 34 orang
1)     Perempuan        : 30 orang siswa
2)     Laki-Laki          : 4 orang siswa
2.       Sampel
               Berdasarkan pertimbangan penelitian, maka ditentukan sampel sebanyak 30   Siswa/ siswi, yang terdiri dari:
  1. Kelas XI Ipa 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu sebanyak 15 orang siswa
  2. Kelas XI SMK Negeri 1 Pattallassang sebanyak 15 orang siswa
C.        Jenis Tulisan
Adapun jenis tulisan ini yaitu Freid researe. Freid researe adalah data penelitian yang bersumber dari penelitian lapangan (data primer).
D.       Prosedur Pengumpulan data
Adapun pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dalam pembuatan karya ilmiah ini, yaitu dengan menggunakan beberapa media seperti:
1.       Media Elektronik (internet).
2.       Studi kasus (Metode pengumpulan data yang dibutuhkan dengan cara menarik sampel dalam unit sampel tertentu yang berhubungan dan dipelajari secara lebih mendalam.
3.       Wawancara terhadap sampel.
E.        Teknis Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian adalah teknik penelitian statistik sederhana yang digunakan dalam menganalisis data teknik distribusi. Teknik disribusi adalah teknik analisis data statistik sederhana yang sering dipakai untuk mengetahui sebaran data dalam suatu kelas-kelas tertentu


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.     Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian diketahui :
a.         Tanggapan siswa di kelas kelas XI Ipa 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu.
Bisakah anda berkonsentrasi belajar jika ruangan yang anda tempati belajar itu kotor.
NO
NAMA SISWA
RUANGAN KELAS KOTOR
BISA
TIDAK BISA
SEDANG
1
A


ü   
2
B

ü  

3
C


ü   
4
D

ü  

5
E

ü  

6
F

ü  

7
G

ü  

8
H


ü   
9
I

ü  

10
J

ü  

11
K

ü  

12
L

ü  

13
M

ü  

14
N


ü   
15
O


ü   














Berdasarkan data dari tabel diatas, menyebutkan bahwa terdapat 10 orang siswa yang tidak dapat berkonsentrasi belajar jika kelas itu kotor dan terdapat 5 orang siswa yang memilih sedang (antara bisa dan tidak bisa).

b.      Tanggapan siswa dikelas XI SMK Negeri 1 Pattallassang mengenai:
Bisakah anda berkonsentrasi belajar jika ruangan yang anda tempati belajar itu kotor.
NO
NAMA SISWA
RUANGAN KELAS KOTOR
BISA
TIDAK BISA
SEDANG
1
A


ü   
2
B


ü   
3
C

ü  

4
D

ü  

5
E

ü  

6
F

ü  

7
G

ü  

8
H

ü  

9
I

ü  

10
J

ü  

11
K

ü  

12
L

ü  

13
M

ü  

14
N

ü  

15
O

ü  
















Berdasarkan data dari tabel diatas, menyebutkan bahwa terdapat 13 orang siswa yang tidak dapat berkonsentrasi belajar jika kelas itu kotor dan terdapat 2 orang siswa yang memilih sedang (antara bisa dan tidak bisa).

B.     Pembahasan
a.         Kondisi kebersihan kelas SMA Negeri 1 Bontomarannu dan kondisi kebersihan kelas SMK Negeri 1  Pattallassang
Menurut hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat diketahui bahwa kondisi kebersihan di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu, masih kurang bersih, karena kebersihannya itu hanya ditemukan pada pagi hari saja dan setelah memasuki siang hari kondisinya menjadi kotor kembali dan masih banyak ditemukan coretan-coretan yang menempel di meja dan bangku, ini diakibatkan karena kurangnya kesadaran siswa mengenai akan pentingnya kebersihan. Sedangkan kondisi kebersihan  di kelas XI TI SMK Negeri 1 Pattallassang, sudah cukup bagus karena kebersihannya itu sudah terjaga dari pagi sampai siang hari atau proses belajar mengajar selesai.
b.         Peran serta siswa dalam menjaga kebersihan kelas
Agar kelas kita terlihat bersih, siswa dapat berperan dalam menjaga kebersihan kelas dengan cara tidak membuang sampah sembarangan, selain itu siswa juga bisa memungut sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada sampah yang berserakan di lingkungan sekolah. Serta, siswa diharapkan tidak mencorat-coret tembok dan bangku yang merupakan sarana pembelajaran, dengan begitu, bangku dan tembok akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat oleh siswa dan siswi. Siswa dan siswi juga diharapkan menyediakan alat alat kebersihan, seperti sapu, kemoceng, dll. karena apabila memasuki musim hujan dan di suatu kelas itu tidak tersedia alas kaki maka biasanya kelas itu akan menjadi kotor.
Hal yang paling pokok untuk peran siswa dan siswi dalam menjaga kebersihan kelas adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga kebersihan kelasnya agar kelas tetap dalam keadaan bersih dan nyaman untuk proses kegiatan belajar mengajar.
c.         Pengaruh kebersihan kelas terhadap konsentrasi belajar siswa
Dari hasil penelitian diatas dapat diketahui bahwa pengaruh kebersihan kelas terhadap konsentrasi belajar siswa di dua kelas yang berbeda baik yang ada dibontomarannu dan maupun yang ada di pattallassang, kebanyakan siswa tidak dapat berkonsentrasi belajar jika ruangan kelas yang ditempatinya itu kotor. kalau kita dapat persentasi tanggapan siswa itu sekitar 26 % yang tidak dapat berkonsentrasi dan sekitar   76 % yang masih bisa berkonsentrasi.
Kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Jika kelas bersih, indah dan tertata rapi  maka kemungkinan besar kenyamanan dalam proses pembelajaran akan tercapai, selain itu konsentrasipun bisa lebih fokus, dengan begitu sistem kerja otak akan semakin meningkat. Tetapi sebaliknya, jika lingkungan sekolah terutama kelas terlihat kotor dan kumuh, pelajaran atau materi yang akan diberikan oleh guru akan sulit diterima oleh siswa, hal ini disebabkan karena pecahnya konsebtrasi akibat situasi kelas yang tidak nyaman. Suasana kelas yang seperti ini juga menyebabkan siswa bosan atau mengantuk. Maka dari itu kelas harus selalu dalam keadaan bersih agar siswa bisa meningkatkan konsentrasi belajarnya.

BAB V
PENUTUP
A.      Simpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa kelas yang kotor sangat mengganggu konsentrasi belajar siswa. Dan sebaliknya jika kelas itu bersih maka konsentrasi belajar siswa akan menjadi nyaman dan fokus.
B.      Saran
 Semoga karya ilmiah ini dapat memotivasi siswa untuk berbuat yang lebih  baik, demi masa depan yang lebih cerah.

DAFTAR PUSTAKA


http://htmlimg4.scribdassets.com/aqa8i598n9w55z4/images/23-138bc6cef4/000.png
www.google.com
http://morethangrey.blogspot.com/2010/03/kebersihan-dan-pengaruhnya-disekolah.html
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10187
http://id.wikipedia.org/wiki/Kebersihan
http://herdica.wordpress.com/2010/05/18/kebersihan-keimanan/



Lampiran 1: Dokumentasi kegiatan belajar mengajar  kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1          Bontomarannu, dalam kondidi kelas yang bersih.
         Gambar  1


 





















        Gambar  2


 

















Lampiran 2 : Dokumentasi kegiatan belajar mengaja  kelas XI TI SMK Negeri 1 Pattallassang, dalam kondisi kelas yang bersih.   
       
         Gambar 1




















         Gambar 2




















RIWAYAT HIDUP


Rusdianto. lahir di Pattallassang, Gowa tanggal 11 Juli 1993, anak pertama dari empat bersaudara dari ayah Abd. Karim dan ibu Nurbaya. Menamatkan sekolah dasar (SD) di  SD Impres Sanging-Sanging tahun 2006, dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di MTS Negeri Balang-Balang tahun 2009, dan kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMA Negeri 1 Bontomarannu. Dan sekarang sementara duduk di kelas XI, dan masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Bontomarannu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar